Disini kamu tidak akan menemukan semua hal tentang modernisasi, purifikasi, materialisasi, maupun kaki bau terasi.
Tapi kamu akan sangat tercengang setelah tau bahwa .... TERNYATA MASIH ADA YA CEWEK SE NDESO ITU...

Salam senyum
Cewek Ndeso

Rabu, Oktober 21, 2009

SIDANG

(ditulis tanggal 5 September 2009)

Hemm.. bukan, ini bukan sidang di ruang persidangan di hadapan hakim, jaksa dan pengacara; gara-gara cewe ndeso nyolong kolor tetangga. Sungguh, bukan kawan. Ini sidang skripsi. U know skripsi? Yaaah, bagi kalian yang kerjaannya tiap hari mondar-mandir di terminal mungkin engga tau yah masalah skripsi (Songong mode ON). Hohoho…

Yap, ini sidang yang akan menentukan masa depanku. Pembantaian yang akan menentukan apakah aku akan menjadi sarjana farmasi dengan nilai bagus ataukah menjadi mbok jamu seksi di kampung. Ahaii..

Di sidang ini, skripsi yang udah aku bikin dengan penuh perjuangan dan doa, akan aku coba pertahankan di depan penguji (baca: pembantai).

Cewe ndeso maju sidang di urutan pertama (jam 08.00 WIB), hari kedua (Jumat, 4 September 2009). Walau punya IQ jongkok kayak gini nggak berarti mental cewe ndeso ikutan jongkok. Anyway, cewe ndeso adalah mahasiswi dengan penelitian antidiabetes pertama yang maju sidang duluan.

Cewe ndeso thanks to cowo katro for his support. Kalau bukan karna omelan-omelannya, mungkin sekarang cewe ndeso masih asyik baca komik sambil ngupil.

Luv u honey…

Kayak mahasiswa normal kebanyakan, cewe ndeso pun dag dig dug an setengah mati menjelang masuk ruang persidangan. Pikiran gelisah, jantung diskoan, ngga doyan makan dan ngga bisa kentut dengan nikmat.

Ohya, cewe ndeso punya sedikit tips buat ngilangin grogi sebelum maju sidang. Malem sebelum sidang JANGAN BELAJAR, MAEN GAME aja!!! Umm..memang itu terdengar kayak ANAK-ESDE-GA-PERNAH-NAEK-KELAS, tapi itu terbukti ampuh kok. Malam sebelum sidang, cewe ndeso cuma maen ZUMA! Yap, betul kawan, cewe ndeso gag nyentuh buku farmakognosi, farmakologi ataupun buku komik doraemon secuil pun. Hanya bermain ZUMA. Hidup ZUMA!!! Yip yip..

Yaaah, jangan harap kalau pas maju sidang dosen penguji bakalan tanya tentang perzumaan.

Dosen : Coba Anda jelaskan alasan pemakaian glibenklamid sebagai bahan baku pembanding!

Cewe ndeso : Jadi begini pak, Zuma menggunakan simbol KODOK karena KODOK adalah hewan yang suka loncat-loncat

Dosen : ?????????

Dan cewe ndeso pun sukses jadi mbok jamu di kampung. Hulahula..

Oh ya. Tips bermaen ZUMA sebelum sidang itu cuma bisa dilakuin kalo kamu udah belajar dari hari-hari sebelumnya. Jangan kira cewe ndeso cuma maen ZUMA aja sebelum sidang. Dari satu minggu sebelumnya, cewe ndeso udah jungkir balik pelajarin materi-materi seputar skripsi. Sampe-sampe kamar berubah jadi kayak kapal kena badai, BUKU BERTEBARAN dimana-mana dengan indahnya. Cewe ndeso juga jadi ga punya waktu merawat badan aduhai-nya; mata berkantong, berat badan menurun drastis, dan rambut cewe ndeso yang secara ajaib berubah jadi SAPU IJUK.

Buat kalian anak farmasi yang mau maju sidang, ini ada beberapa pertanyaan seputar skripsiku yang ditanyain dosen penguji pas aku sidang.

  1. Penderita diabetes kan banyak makan, tapi kok berat badannya jadi menurun? Coba jelaskan alasannya. Hubungkan dengan metabolisme karbohidrat dalam tubuh!

*Sumpah, tadinya aku blank banget harus ngejawab apa. Tapi ternyata kalo kita tenang, Insya Allah bisa jawab kok. Alhamdulillah ini bisa kujawab dengan logika dari materi yang udah aku pelajarin.*

  1. Disini kamu menjelaskan tentang polidipsi, polifagi dan poliuri. Coba jelaskan itu, dan kenapa itu bisa terjadi pada penderita diabetes!

*Untung udah baca tentang ini. Alhamdulillah..*

  1. Kenapa harus pake galur tikus yang berbeda untuk kedua metode?

*dijawab sambil senyum: “tikus wistar-nya sudah habis, bu. Jadi kami putuskan untuk memakai Sprague Dawley untuk metode kedua”*

Apa itu tidak mempengaruhi hasil? Galur yang berbeda tentunya mempunyai karakteristik farmakokinetk yang berbeda pula, bukan?

*dijawab sambil senyum lagi: “kedua metode itu tidak berhubungan, bu. Lagipula tikus SD adalah perkembangan dari tikus wistar”

(Ibunya manggut-manggut)

  1. Kenapa pakai aloksan sebagai bahan penginduksinya?

*dijawab dengan space waktu: ”umm…karena murah.. emm.. dan mudah didapat?”

(diketawain sama dosen-dosen penguji)

Coba jelaskan kenapa ga pakai streptozotosin?

*wawaw, aku cari jawabannya di lantai ruang sidang ternyata ga ada tuh! Kasih senyum aja deh. Hihihi…*

Itu sebagian pertanyaan yang ditanyain dosen pas sidang. Aku yakin, kalian, anak farmasi ataupun bukan, bisa lebih lagi dalam menjawab pertanyaan dosen penguji.

Dan Alhamdulillah… cewe ndeso dapet A.

Cihuuuuyy… saatnya fitting kebaya wisuda!

Selasa, Agustus 04, 2009

when I have to bed rest

Hai hai..
Luha luha luha..
Wola wola wola..
Emm.. emm…emm..
Ermmhh….mmmhh…
Sepertinya cewek ndeso lupa cara mengupdate blog lagi *garuk-garuk kepala*.
Udah lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget cewek ndeso gak menuangkan tulisan ‘aduhai’-nya di dunia maya. Maap yah teman. Entah udah keberapa ratus juta kali aku minta maaf gara-gara jarang ngupdate blog. Jangan salahkan aku, salahkan skripsiku! Yap, SKRIPSIKU!
Yeah, go to… heaven!
huhuhu…
Alhamdulillah. Walaupun belum disidangkan, tapi skripsi cewe ndeso udah 95,25673547859 % selesai dengan hasil memuaskan. Yah, walaupun masih ‘groak’ disana sini dan butuh pikiran-pikiran ahli ibu dosenku tercinta.
Unfortunately disaat cewek ndeso sedang berdansa diatas kesibukannya (baca: lagi fokus skripsi) tiba-tiba ada kuman kurang kerjaan, aku ulangi, ADA KUMAN KURANG KERJAAN KUTUKUPRET KURANG AJAR mampir berjoged di ususku. Yeah, di USUSku, kawan. Damn..
Akibatnya:
1 minggu diare parah -> cek darah -> GEJALA TIPES
Badan lemes, kepala berkunang-kunang, perut mual, kulit keriput. Dengan kata lain, aku nge-DROP. Perfect!
Finally, aku diantar pulang ke rumah sama my beloved cowo katro. Di rumah, aku bener-bener di jaga asupan gizinya sama mama-papa. Dijejelin makanan-makanan penuh gizi terus tiap hari. Disuruh makan nasi, ayam, ikan, roti, sayuran, buah, rumput, kertas, beling, genteng… wey wey, wait a minute. Ini mau ngasih gizi yang baik atau mau ngajarin jadi kuda lumping?
Oke, ngaku. Aku yang lebay.
Dua hari di rumah udah cukup membuatku lumayan pulih dari sakitku. Udah nggak diare lagi, cuy!
Tapi dua hari berikutnya, setelah ditinggalkan cowo katro yang balik ke Jakarta dan Momi yang lagi penataran ke Semarang aku nge-drop lagi. Malahan tambah PARAH.
Badanku tiba-tiba jadi demam tinggi, badan ngilu-ngilu nggak karuan, perut mual, mulut pahit, bibir kering parah, intinya CEWE NDESO KUMAT SAKIT TIPES LAGI.
Perfect kuadrat!!
Gejala sakitnya persis banget kayak waktu aku di opname di rumah sakit sekitar 4 bulan yang lalu. Waktu momi pulang dan ngeliat kondisiku yang udah kayak mayat hidup gitu, momi langsung bilang:
“Aduh, kok badannya panas banget gini? Udah, di opname aja! Ayo pah, ndoten bawa ke rumah sakit”
Aku : (berusaha mencari apa yang bisa dimakan dan makan dengan lahap, *padahal udah pengen muntah) Ndoten gapapa kok ma, ni aja makannya banyak. *nyengir*.
Dengan kegigihanku yang membuktikan aku baik-baik aja, akhirnya mama nggak jadi mbawa aku ke rumah sakit.
Aku menarik nafas lega. Huft…Siapa juga yang mau tangannya ditusuk jarum infuse lagi? Ogah lah yaw meow meow…
Tapi yang namanya tipes, aku harus BED REST terus tiap hari, harus dijejelin obat-obat terus tiap saat, dan harus selalu membangkitkan nafsu makanku lagi. Gelo bo! Nafsu makanku jadi nggak ada blas… badan udah kayak tengkorak berjalan. Haiyah….
Dan yang terakhir, tetapi tidak akan mengakhiri:
cewe ndeso harus makan kapsul isi CACING. Iya kawan, kau tidak salah baca. CACING.
Perfect pangkat tiga!!!
Keep on fight, girl…

Kamis, Mei 07, 2009

Become Different??

Dalam 4 bulan ini aku sudah tak sendiri lagi. Telah ada “dia” yang telah menemani hari-hari sepiku.

Setelah bertahun-tahun aku menjadi wanita sendiri yang mandiri. Menjadi seorang wanita yang “hampir” melakukan semuanya sendiri. Karena merasa telah bisa melakukan semuanya sendiri itulah dulu aku sering berkata:

“aku tak membutuhkan pria”.

“tak akan sudi ku menitikkan air mata hanya untuk pria”.

“kapan aku punya waktu untuk belajar, kalau tiap saat waktuku kuhabiskan hanya untuk pria?”.

I was a single happy women.

Yah, aku tau itu terdengar sangat arogan. Dan entah kenapa tiba-tiba sekarang aku sadar, semua keegoisanku hanyalah refleks semata yang kubuat untuk menutupi semua kelemahanku. Aku hanyalah wanita biasa yang tetap membutuhkan pria untuk melindungiku, mendengar keluh kesahku, menyayangiku, menemaniku dalam suka dan duka, dan menjadi sandaran hatiku.

Sudah 4 bulan malam mingguku tak lagi kuhabiskan didepan laptop ataupun bermalam di kosan Eni.

Malam minggu sekarang kurasa penuh dengan warna. Kubuka pintu dan telah ada “dia” yang tersenyum lembut menyambutku dari balik pagar kosanku.

“Mau makan dimana malam ini, de?”.

Aku menatap wajahnya dan tersenyum. Indah.

Aku telah menemukan dunia baru yang belum pernah aku temui sebelumnya.

Tapi ucapan sahabatku kemarin tiba-tiba menghenyakkan jantungku.

“Stefi neh, mentang-mentang udah ada yang punya jadi lupa sama kita. Dulu mah kalo diajakkin hangout kemana gitu pasti selalu semangat banget pengen ikut. Sekarang beda yah”.

Aku teringat dengan sms yang dikirim dari sahabatku yang lain sekitar 1 bulan yang lalu,

“Tepong, anterin aku ke islamic book fair di senayan yuk!”
Dan saat itu aku hanya membalas bahwa aku sudah pergi kesana dengan ”dia” sehari sebelumnya.

Sahabatku yang lain datang kekosanku dan berkata,

“Tep, ntar siang Kak Yanti mau datang. Maen kekosanku ya. Dah lama kita nggak ngobrol-ngobrol sama Kak Yanti lagi kayak dulu”

Saat itu aku hanya tersenyum dan berkata kalau sebenarnya betapa inginnya bertumpul dengan Kak Yanti seperti dulu tapi hari ini aku sudah berjanji akan pergi ke TMII bersama “dia”.

Aku terpana. Benarkah aku telah menjadi sesosok perempuan yang berbeda bagi teman-temanku? Benarkah aku sudah tak mempunyai waktu untuk sahabat-sahabatku?

Aku menggelengkan kepala kuat-kuat. Tidak, aku tidak pernah bermaksud seperti itu. Aku tetaplah seorang sahabat yang selalu siap sedia ketika kau membutuhkan bantuan. Aku tetap senang hati menyediakan bahuku sebagai tempat bersandar ketika engkau menangis saat kebahagiaan tak lagi menghampirimu.

Aku hanya membutuhkan sedikit saja waktu yang biasa kuhabiskan bersama sahabatku, untuk kuluangkan bersamanya.

“Dia” yang banyak orang bilang adalah cowokku, pacarku atau kekasihku. Tapi aku hanya tersenyum dan menjawab.

Insya Allah dia calon suamiku.

Terdengar sangat optimis hah?

Kata Qisti, temanku: “Hahaha, lo yakin dia itu bener-bener jodoh lo? Optimis banget!”.

Dia tertawa. Dan aku punya tiga kata yang telah kurangkai dalam satu kalimat untuknya.

Optimis adalah doa.

Sob, aku tetaplah Stefi yang dulu, sahabatmu. Yang dengan penuh canda dan tawa selalu kau bilang sebagai:

Si Cewek Ndeso.

Tulisan ini cewe ndeso dedikasikan untuk Eni, Ana, Ncuz, Ulfa, Qisti, Dini, Hani, dan semua sahabat-sahabatku yang merasa telah “kuabaikan”.

Sungguh kawan, aku akan selalu ada untukmu.

Jumat, April 24, 2009

Cewe Ndeso Sibuk

Hello all…
I’m back again. Yap, cewe ndeso memang sedang sangat-sangat disibukkan dengan tugas akhir.

Mondar-mandir di laboratorium
Ngejar-ngejar dosen minta bimbingan penelitian
Melototin laptop sambil ngebenerin sistematika penulisan skripsi
sibuk sibuk sibuk

Bikin lupa makan
Lupa tidur
Lupa ketawa...
Bikin betisku berkonde dengan sukses dalam satu minggu ini.
Bikin kantung mataku nambah tebel
Bikin meringis-ringis nahan sakit perut gara-gara kumat sakit maag
Dan yang paling gawat...
Bikin uang jajanku menipis secara drastis.
Oooooooowh... perfect!!!!

Saat ngeposting tulisan ini, cewe ndeso udah amat sangat lega karena proposalku diterima dan udah selesai diseminarkan.
Huff.. Alhamdulillah...
Saat ngeposting tulisan ini, cewe ndeso baru sampai tahap maserasi hari kelima. Tapi lumayan juga bikin kulit tanganku mengkerut-kerut gara-gara kebiadapan etanol 70%.
(Oh yeah, tak seharusnya kusalahkan etanol 70% itu).
Ekstrak cair yang didapet juga baru 3 liter dari 3,4 kg serbuk biji alpukat kering. Masih perlu beberapa kali maserasi lagi sampai serbuk biji alpukatnya jenuh. Ehem, kayaknya bentar lagi aku mabok maserasi.
Yeaaaah, rock you, girl!

Duit jajanku juga bakal kena kortingan banyak.

Well, ini daftar duit yang mesti kukeluarin di penelitian ini:
Serbuk biji alpukat 5 kg = Rp 400.000,-
Aloksan 10 gram = Rp1.060.000,-
Glibenklamid 200mg = Rp 250.000,-
Tikus putih jantan = Rp 25.000,- / ekor (yang dibutuhin 30 ekor, itung aja ndiri!)
Glukometer = Rp 300.000,- (yang ini patungan sama Eni dan Ncus)
Ongkos bolak-balik ke Balittro-Ciputat = Rp 35.000,- x 3 = Rp 105.000,-
Itu semua belum termasuk Glukagon dan Akarbose yang sampai sekarang aku belum tahu harganya.
Ditambah lagi biaya ngeprint, motokopi, sama ngejilid proposal yang harus beberapa kali direvisi sama dosen pembimbing.
Aaaaarghh... *cewe ndeso pingsan dengan rupawan

Wah, bahan referensiku kayaknya kurang lengkap. Udahan dulu ya pren.. cewe ndeso mau hunting referensi di perpus UP dan UI dulu. Ongkos lagi... ongkos lagi... pyuuuuh...
Keep spirit girl, one step again..!!! yippi..yippi…
See ya...

Senin, April 20, 2009

Nyontreng dan jalan-jalan itu...




Salam kenal semua....

Ehem, ini cowo katro. Kali ini yang update gue dulu yah....

Engga, engga, cewe ndeso engga lagi sakit ingusan parah.

Cewek ndeso cuman lagi dikandangin dulu bentar.

Wups maap honey. Maksud gue, cewe ndesonya lagi sibuk nyusun skripsi dulu, jadi sementara ini cowo katro yang akan nge-handle blog ini. Honey, tunggu aja pembalasan dari cowo katro. Cowo katro akan membajak blog ini. Wagagagag...

8 April kemaren, ketika jam di kantor udah nunjukkin 04:59:50… gue udah kayak orang yang punya bisul di pantat, duduk ga tenang. Ayo, lima detik lagi. 5,4,3,2,1...

dan yak.. udah jam 05.00, gue pun bergegas menuju mesin absen, langsung tempel jempol lentik gue, cenuuuttttt…dan OK…jam 05:03 langsung kabuurrrrrr dari kantor...

Gue cepet-cepet meluncur ke ciputat, cewe ndeso dah nunggu gue buat pulang kampung bareng buat ketemu keluarga, sekalian NYONTRENG pas tanggal 9 nanti.

Yup, nyontreng alias menggunakan hak suara kita untuk memilih pemimpin negeri ini untuk membuat negeri yang kita cintai ini bangkit berjaya kembali. Cowo katro wish mudah-mudahan negeri kita bisa mendapatkan pemimpin yang lebih baek (sok bergaya nasionalis).

Udah gitu lama tak berjumpa sama keluarga di kampong udah bertahun tahun. Udah berkali-kali lebaran, berkali-kali puasa, baru kali ini gue balik lagi ke kampung.

Ehem, okey sepertinya aku ketularan penyakit LEBAYnya cewe ndeso. Sebenernya baru 2 minggu kemaren aku pulang kampung, nengokin cewe ndeso tersayang yang tergeletak tak berdaya di rumah sakit.

Pikiranku ga bisa tenang sepanjang on the way ke Ciputat.

Yang ada di pikiran gue saat itu selalu negatif thinking. Gimana kalau tiba-tiba di tengah jalan perut gue mendadak mulas dan melahirkan di jalan?

Eh, sori. Maksud gue yang ada dipikiran gue saat itu adalah: Gimana kalau jalannya macet? Gimana kalau ban motornya bocor? Gimana kalau gue lupa pake celana?

waaaaa pengen meledak rasanya...Ga tenang banget kalo belum nyampe dan segera ketemu sama cewek ndeso.....(Hayah, cewek ndeso jadi GR tuh...).

Alhamdulillah, ternyata perjalanan lancar. Nyampe tepat waktu, gue langsung mandi ala bebek-jantan-kelaperan, trus jalan nyari tukang ojek.

Gue pun segera menemui cewek ndeso.....tenangnya udah ketemu cewek ndeso tepat waktu......ayo saatnya menuju pul “DEWI SRI”.

Perjalanan ke kampung tercinta dimulai. Tegaaaaal I’m Coming...!!

Pulang mudik di long holiday kayak gini gue ngerasa kasihan. Bukan, gue bukan kasihan sama cewek ndeso yang kegempet badanku yang aduhai, saking penuhnya bis kali ini. Gue kasihan aja sama orang yang bela-belain berdiri sepanjang jalan Jakarta-Tegal karena ga dapet kursi. Jakarta-Tegal berdiri? Gempor, gemporlah tuh kaki. Ckckck...

Setelah 12 jam diatas bis, akhirnya nyampe juga di rumah. Mau jadi warga negara yang baek ah, saatnya nyontreng. Treng nyontreng nyontreng.

Honey, di tinggal sebentar di rumah ya, mas mau berjuang. Hidup Indonesia!!!

Selesai nyontreng, gue langsung siap-siap soalnya jam 10 udah harus pergi lagi. Diajakin sama keluarganya cewe ndeso. Ke JOGJA!!! Asyiiiikkkkk...cowok katro diajakin keluarganya cewek ndeso jalan jalan. hihihihi gratiiissss. Makasihh..

JOGJA JOGJA JOGJA cik acik aciiik...

*Joget-jogetan dan loncat-loncatan di atas kasur.

Sekarang tema critanya kan liburan. Tapi kali ini bukan ke cuman jalan-jalan ke jogja doang tapi juga ke Boyolali dan Solo.

Nih Daftar Peserta :

Papanya-Si-Cewek-Ndeso

Mamanya-Si-Cewek-Ndeso

Adeknya-Si-Cewek-Ndeso2

Si-Cewek-Ndeso

Si-Cowok-Katro ( Numpang )

Nih jalur perjalanannya....

RUMAH CEWEK NDESO-TPS-BOYOLALI-SOLO-JOGJA

Gue jelasin atu-atu yah:

Rumah Cewek Ndeso

Ini awal perjalanan liburan dimulai...

Dengan terburu-buru, cowok katro ke rumah cewek ndeso. Sempet telat juga, untung belum di tinggal. Hehehe... *nyengir ganteng*

TPS

Setelah dari rumah cewek ndeso kita berangkat. Eits, tapi mampir ke TPS dulu buat memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang baik. Cewek ndeso dan keluarganya mau nyontreng dulu sebelum berangkat. Cowok katro mah udah duluan tadi dirumah.

BOYOLALI

Sebelum ke jogja kita mampir dulu nih ke boyolali....kita mampir ke tempat sahabat lamanya Mamanya-Si-Cewek-Ndeso. Wah seru yah ternyata sahabat yang lama ga ketemu akhirnya bisa di pertemukan kembali dengan bantuan tim terbahak-bahak transtegal (semacam acara termehek-mehek trans tv gitu deh, mehehe...)

SOLO

Abis dari Mboyolali kita juga mampir dulu ke Solo. Disini tempat kuliahnya Mamanya-Si-Cewek-Ndeso...sambil bernostalgia juga dulu kisah asmara mama cewek ndeso sama papa cewek ndeso....kikikik....romatis..romantis...

Mamanya-Si-Cewek-Ndeso: Cewek ndeso, cowok katro ini dulu tempat kuliahnya mama loh!

Cowok Katro : oooo....

Cewek Ndeso : oooo...juga

Mamanya-Si-Cewek-Ndeso : Nah klo yang ini tempat makan “nasi liwet” tempat mama dulu biasa makan.....

Cewek Ndeso : Waaaaaahh, nasi liwet yang kayak gimana sih? Nanti kita makan nasi liwet ya Mom..

Cowok Katro : Hayah-hayah katanya mau makan SERABI NOTOSUMAN?

Cewek Ndeso : Iya, abis makan NASI LIWET, kita beli SERABI NOTOSUMAN juga yah. Nyam nyam...

Cowok Katro :*garuk-garuk sambil ngebandingin gedean perut cewe ndeso atau perutnya sendiri.

Mamanya-Si-Cewek-Ndeso : Kalo mama makan disini pasti yang jual inget sama mama.

Cewek Ndeso : Ooo gitu ya mom....Pasti dulu sering ngUTANG nasi liwet disini yah? Jadinya Mama diinget terus... Wakakak..

Cowok Katro : Hemm...

*sedang berpikir, apakah gue diinget terus sama bapak penjual sate ayam di seberang jalan??

JOGJA

Setelah mendaki gunung lewati lembah akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Jogja.

JOGJA....!! *Cowo katro joget jaipongan lagi.

Nih pengalaman ketiga buat gue ke jogja. Maklum, terakhir kali ke jogja 5 tahun lalu pas UM-UGM dan itu pun gak lulus...wekekek...

Akhirnya nyampe juga di Jogja. Dan kita langsung ke tempat kos Adeknya-Si-Cewek Ndeso1. Rencananya gue, Papanya-Si-Cewek-Ndeso, dan Adeknya-Si-Cewek-Ndeso2 bakalan bermalam disini.

Cewe ndeso dan Mamanya-Si-Cewek-Ndeso bermalam di rumah Tantenya-Si-Cewek-Ndeso. Abis nganterin cewe ndeso dan mamanya, gue diajakin Adeknya-Si-Cewek-Ndeso1 keliling-keliling kota Jogja. Gue nggak nyangka sama sekali sebelumnya kalau ternyata Jogja malam hari itu “mengerikan”. Bukan, maksud gue bukan ada Mbak Kunti atau Mas Genderuwo yang lagi nge-date bareng. Tapi ini mengerikan dalam tanda kutip. Gue ditunjukkin sama Adeknya-Si-Cewek-Ndeso1 tempat-tempat yang biasa dijadiin tongkrongannya anak-anak Jogja. Dan gue selalu mengelus perut, ups salah, maksudnya gue selalu mengelus dada setiap ngeliat kondisi yang “tidak sehat” itu.

Honey, hati-hati yah kalo di Jogja nanti....

Singkat cerita, liburan di Jogja ini gue bener-bener ngerasain wisata kuliner.

Gudegnya? Mantaaaaaap...

Bebek gorengnya? Nonjok abis sambelnya...

Gudeg sama bebek goreng ini pernah dicritain sama cewe ndeso disini.

Sebelum pulang, gue diajakin sama keluarganya cewe ndeso buat maen dulu ke Parangtritis. Yap, cowo ndeso tak akan melewatkan kesempatan langka ini. Liburan bareng yang tersayang dan calon mertua, Cihuy!!

Tapi, ada yang bisa ngasih tau engga Parangtritis tuh apaan? Sejenis tempat makan gitu kah? *garuk-garuk kepala.

Dan ow wow, ternyata Parangtritis itu PANTAI ya! (ya iyalah.. wakakak..).

Nih, gue pamerin beberapa poto disana:

Sayang.. ini loh yang namanya kuda. Mirip kamu yah...


ini andong,, bukan odong odong


sayang,, palaku gatel neh. Kayaknya kutu kamu pindah ke rambutku deh


aduh, idungku..


Hei, kayaknya gue nulisnya udah kepanjangan. Bisa ngambek nih cewe ndeso kalau tau space blog-nya gue abisin cuman buat nulis beginian doang. Wahahaha...

Intinya, gue seneeeeeng banget liburan kali ini. Makasih honey, atas semua kegembiraan yang udah kamu berikan. Makasih juga buat Mama-Papanya si cewe ndeso yang udah ngasih liburan GRATIS yang tak terlupakan ini. Hohoho...

Udah ya.. see ya semua...

yihaaaa,, I'm a suPer wOmen NdesO

yihaaaa,, I'm a suPer wOmen NdesO
karang di Pantai Baron, Jogja

hei, he's not my prince

hei, he's not  my prince
di Masjid UGM

di kampus kuning

di kampus kuning