Temennya (yang juga cowok sahabatku), nyeletuk:
“Katanya pengen kenalan sama ‘dia’? Nih orangnya”
Wajahku jadi kayak kepiting rebus. Knapa harus diomongin di depan orangnya??
Nggak berani natap wajah ‘dia’ waktu itu, lidahpun trasa kelu.
Tiba-tiba dia ngomong.
“oh, jadi ini yang namanya Stefi. Hai, aku *****”
(Lagi-lagi) sambil NYENGIR dia nyodorin tangannya.
Aku balas menjabat tangannya. Kesanku waktu menjabat tangannya:
wuih, gede amat! Ini tangan apa GEMBLONG? ^.^
Udah, cuma gitu aja. Malam itu, cuma 5 menit aku bertemu dengan ‘dia’ untuk pertama kalinya. 5 hari berikutnya, kita bertemu lagi. Dan 5 hari berikutnya status kita berdua di facebook udah berubah.
IN RELATIONSHIP with ***** diprofilku.
BERPACARAN dengan Steffy Tinda Adisti diprofilnya.
Sangat cepat, lugas, mantap, dan INDAH.
Karena kita berdua notabene berasal dari kampung yang sama, otomatis kita berdua merasa banyak kecocokkan. Sama-sama NDESO dan KATRO. Yuhuu..
Itu sekitar 9 bulan yang lalu.
9 bulan kemudian setelah kejadian itu, tepatnya tanggal 27 September 2009 DIA MELAMARKU.
Kini cincin putih telah melingkar di jari manisku dan jari manisnya. Pertanda bahwa aku sudah terikat dengan ‘dia’. Terikat, bukan terkekang.
Alhamdulillah…
Lamaran ini mudah-mudahan menjadi tanda bahwa hari pernikahan kami tidak lama lagi. Tapi kalau kalian tanya: “kapan nih marriednya?”,
Sambil berpandangan dan saling menguatkan, kami berdua akan menjawab: “Insya Allah secepatnya”. Mungkin dalam hitungan bulan. Atau mungkin tahun? (uh, jangan lama-lama deh >,<).
Kata ‘dia’,
“jangan lama-lama de nikahnya, ga baik kalo lama-lama. 6 atau 8 bulan lagi ya! Mas pengen puasa tahun depan udah ada yang nemenin”
Kata mama dan papa,
“nikahnya nanti ya ndo, kalau kuliah apotekernya dah selesai”
Kata-kata ‘dia’ benar, pacaran lama-lama cuma bikin dosa menumpuk.
Tapi sekali lagi, ridha orang tua adalah ridha Allah. Yang namanya orang tua pasti pingin nyekolahin anaknya setinggi-tingginya, agar bisa mandiri nantinya. Aku ga bisa memaksakan kehendak beliau.
Oh yeah… cewe ndeso bingung bukan kepalang. Pasrahin aja deh sama Allah… ^.^


