Disini kamu tidak akan menemukan semua hal tentang modernisasi, purifikasi, materialisasi, maupun kaki bau terasi. Tapi kamu akan sangat tercengang setelah tau bahwa .... TERNYATA MASIH ADA YA CEWEK SE NDESO ITU...
tiba-tiba cewe ndeso kangen jakarta.. kangen keamburadulannya, kesemrawutannya, macetnya, asap knalpotnya, sungai hitamnya, kangen kopajanya, kangen wartegnya, kangen copetnya.. kangen gedung-gedung super megahnya, mall-mall super mewahnya, restoran-restoran super mahalnya.. kangen semua kenangan yang nggak kusadari ternyata sudah hampir 5 tahun kuukir disana. kenangan manis, kenangan biasa aja, bahkan kenangan pahit sekalipun.. kangen sama kehidupan petualangku disana.. dihadang asap knalpot, naik turun kopaja beberapa kali, dihimpit penumpang berkeringat bau di KRL ekonomi, bahkan nyasar ke tempat yang tak pernah kubayangkan.. cewe ndeso ke ibukota dan menghadapi semuanya..SENDIRIAN cuma doa dan pengharapan kepada Allah lah yang kuharap bisa melindungiku dari kejamnya ibukota. dan Alhamdulillah, jiwaku selamat..ragaku selamat..akhlakku selamat.. sampai ada lelaki yang dikirim Allah untukku. Seseorang yang membuat kumerasa aman dan tak merasa sendirian. di jakarta lah kami dipertemukan.. di jakarta lah semua kenangan manis terajut.. lelaki yang sekarang kusebut sebagai suami..
sekarang cewe ndeso kembali ke deso.. membangun kembali pribadi yang utuh, yang dulu mungkin sempat terkoyak dengan kehidupan di kota besar.. mengamalkan semua ilmu yang kudapat di Jakarta untuk perkembangan desaku...
Update kehidupan: kehamilan cewe ndeso sekarang sudah memasuki bulan ke tujuh.. nafsu makan Alhamdulillah telah kembali normal (kadang bingung, knapa awal kehamilan nggak suka bau masakan ya?? padahal kan enak). Dan cewe ndeso kembali NDUT dengan indahnya ^^ Dede bayinya udah semakin aktif di dalam perut. Tendangannya dasyaaaaat.. dan sampai sekarang cewe ndeso masih bingung, nanti pengen dipanggil apa yah sama si kecil? Mama Papa? Bunda Ayah? Umi abi? Ibu Bapak? Ma'e Pa'e? Mamake Bapake? well.. cewe ndeso sih pinginnya dipanggil MOMI.. dan papahnya dipanggil DADDY.. yay..bagi kalian yang mau ketawa dipersilahkan.. ^^
Hari ke.. berapa.. entah, aku di rumah sendiri. Sepi.. Semua anggota keluarga sibuk dengan rutinitasnya masing-masing. Ke kantor, ke sekolah. Dan disini selalu saja aku, dengan rutinitasku, membereskan rumah, menyapu lantai, mencuci piring dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Jujur, aku bosan. Setelah gegap gempita wisuda dan sumpah apoteker yang aku lalui 2 bulan yang lalu, setelah dua gelar berderet di belakang namaku, nyatanya aku harus melanjutkan kehidupan dengan menjadi ibu rumah tangga. Memang ini hanya untuk sementara, selama janin ini masih di rahimku sampai pada usianya 9 bulan dalam kandungan. Terkadang aku iri dengan teman-teman seperjuanganku yang kini dengan bangganya memamerkan ‘first salary’ nya. Mempersembahkan dengan penuh kebanggaan kepada orang tuanya. Kucoba kubandingkan denganku yang masih menadah tangan kepada suamiku. Untunglah saat ini aku masih tinggal bersama orang tuaku, yang pastinya kebutuhan makanku dan suamiku sudah tak perlu lagi kupikirkan. Setidaknya sampai aku dan suamiku menempati rumah baru kami yang saat ini sudah 60% tahap pembangunannya. Setelah itu, bagaimana kehidupanku selanjutnya? Jujur, ingin sekali gelar yang kusandang ini dapat membantu perekonomian keluarga kecilku. Melengkapi impianku sebelum ku memutuskan untuk menikah muda dulu, aku tak mau jadi ibu rumah tangga yang hanya menunggu uang belanja bulanan dari suami. Tapi sekali lagi, kupercaya, sangat percaya bahwa Allah selalu memberikan rizki dari pintu manapun jika kita berusaha mendapatkannya. Aku hanya seseorang yang mempunyai rencana, Allah lah yang menentukan semuanya. Dan aku tersenyum bangga ketika memikirkan kesedihanku dengan sudut pandang yang berbeda. Bukankah aku dua langkah lebih maju dari teman-temanku yang belum menikah? Sudah kugenapkan separuh dien-ku dengan menjadi istri, dan sebentar lagi aku akan diberi amanah untuk menjadi seorang ibu. Bukankah Allah sangat sayang padaku? Sekali lagi aku sangat percaya bahwa toh aku nantinya juga bisa bekerja, tapi tetap tidak melupakan kewajibanku sebagai seorang istri dan seorang ibu.. Insya Allah...^^
Saat ini.. cewe ndeso sedang menikmati detik-detik menjelang perubahan status menjadi seorang IBU. Suka nonton video-video perkembangan janin di youtube. Dan berdecak kagum.. Subhanallah.. Maha Besar Allah yang telah menciptakan makhluk sesempurna ini.
Well, ada makhluk hidup yang akan menjadi buah hatiku kelak di rahimku sekarang. Seneng banget, menikmati perkembangannya hari demi hari.. minggu demi minggu.. bulan demi bulan. Dari awal yang baru terasa detak jantungnya, sampai sekarang, tendangan mautnya yang slalu bikin aku langsung pingin pipis.
Saat memposting tulisan ini, kehamilan cewe ndeso udah masuk bulan kelima. Dan cewe ndeso masih nggak doyan makan dengan sukses..
Mama, Papa, Ibu mertua, cowo katro, tante, sepupu, mbah putri, sahabat, tetangga, semuanya bilang.. “makannya yang banyak ndo, kan sekarang lagi butuh asupan gizi buat dua orang”.
Kalau nggak mual sih cewe ndeso akan melahap habis semua daun mangga di depan rumah, eh maksudnya melahap habis semua makanan yang ada di kulkas.
Tapi ya itu..sampai bulan kelima ini cewe ndeso masih ngga doyan makan. Makan sayur brasa makan air kobokan.. oh la la..
Well,tapi cewe ndeso tetap berusaha memberikan asupan gizi yang maksimal buat si buah hati. Suplemen dari dokter, susu ibu hamil, buah, madu, semuanya kucoba kulahap.
Cewe ndeso juga udah mulai nyicil beli perlengkapan bayi yang ternyata naudzubillah banyaknya. Tapi sekali lagi semuanya sangat kunikmati..
Sayang, lekaslah lahir ke dunia ini. Dengan sehat, lincah, cerdas, soleh, dan patuh kepada kedua orangtua.
jadi..gini nih yang namanya jadi.. UNEMPLOYEE.. solat subuh, tidur lagi.. bangun.. sarapan (ga pake acara gosok gigi dulu), bersih-bersih rumah, maen zuma.. trus.. tidur lagi.. (ga pake acara mandi pagi dulu).. bangun, baru mandi pagi (jam menunjukkan pukul 11.00), trus ngublek-ublek kulkas atau meja makan.. CARI CEMILAN!, trus trus.. tidur lagi.. yeaaah..itulah rutinitas 'mengasyikkan' cewe ndeso di kehamilan bulan keempat ini. orang hamil itu emang bawaannya ngantuk mulu. jadi males ngapa-ngapain juga. boro-boro mandi, jongkok buat PUP aja malesnya naudzubillah.. buat bumil-bumil di luaran sana, don't try at home! sungguh, itu berdampak tidak baik untuk janinmu.. :p sekedar update kehidupanku yang menyenangkan, bulan februari ini adalah bulan penuh dengan graduation party. baru kali ini yang namanya pesta kelulusan sampai harus dandan 4 kali, di hari dan waktu yang berbeda, di tempat yang berbeda pula! oke, aku akan deskripsikan pesta yang membuat bumil ini harus mengeluarkan tenaga ekstra keras untuk melaluinya.
2 Februari 2011 - Wisuda Fakultas cewe ndeso bimbang, harus milih cowo katro atau 10 bungkus es krim Magnum. eh, bukan bukan.. maksudnya, cewe ndeso bimbang harus pakai kebaya atau engga di wisuda fakultas ini. soalnya ada dua kubu berbeda, kubu satu bilang: "aku mau pake kebaya aja, biar di foto bagus" dan kubu satunya bilang: "ah, cuma wisuda gitu-gitu doang kok. pake baju biasa aja. kan ditutup toga, palingan kebayanya ga keliatan". jidatku berkerut sambil garuk-garuk jempol kaki. dua-duanya punya alasan yang bener banget. setelah mandi kembang tengah malam (lebaaayy), akhirnya diputuskan.. cewe ndeso mau pake baju atasan biasa, tapi pake rok kebaya. jadi, bisa dapet keuntungan dari kedua kubu. yoaaa..cewe ndeso emang bumil rupawan yang cerdas!
4 Februari 2011 - Gladi Resik Wisuda Universitas Alhamdulillah, hari ini cowo katro ijin nggak ngantor. jadi bumil ngga perlu bersusah payah mendaki gunung lewati lembah buat ke Balairung UI. karena kata temen-temen UI yang udah pernah wisuda kita bakal di foto sama pak rektor pas GR ini, jadi cewek ndeso harus DANDAN. well, walopun nggak dandan di salon, tapi yang pasti muka cewe ndeso bakal di dempul-dempul sendiri biar terlihat 'bersinar' di foto nanti. ehem, lumayan juga hasil dempulan cewe ndeso. cewek ndeso jadi punya keinginan buat jadi PERIAS KUCING abis lulus ini. :p pantesan kata cowo katro, "sayang, kamu cantik deh rias sendiri. tapi bagusan kalo NGGAK pake RIASAN!".
5 Februari 2011 - Wisuda Universitas Sebenernya hari ini justru ngga perlu dandan, kan foto dan salaman sama pak rektornya udah pas GR kemarin. tapi ya tetep aja yang namanya wisuda harus dandan. kan mau poto-poto juga sama keluarga. kali ini cewe ndeso ngga dandan sendiri, tapi didandanin sama momi tercinta. yaah, walau bukan perias beneran tapi riasan momi cukup oke kok. masih mending dibanding riasanku kemarin yang kayak nyai ronggeng ^^
9 Februari 2011 - Sumpah dan Pelantikan Apoteker Yeaaah, ini yang kutunggu-tunggu. kalo acara-acara wisuda kemarin bisa dibilang cuma ajang poto-potoan aja. kalo ini beneran akan berasa sakral banget. yup, aku dan teman-temanku yang lain akan dilantik dan disumpah jadi apoteker baru. Saat mengucapkan sumpah aku berasa ada big responsibility di pundakku. Tanggung jawab terhadap profesi yang aku akan jalankan nantinya. Hati bergetar setiap orang memberi selamat kepadaku. gelar sih emang udah jadi panjang, tapi akankah tanggung jawabku bisa sepanjang gelarku? well, semoga saja. Yang pasti doa suami, doa mama papa, dan smangat dari dede bayi (yang masih ada di perut) slalu menyertai langkahku. Waktu aku berjalan ke depan panggung untuk menandatangani surat sumpah, aku merasa dede bayi bergerak-gerak. Setelah perjuangan yang kita lalui bersama, pasti engkau merasakan pula kebahagiaan ini, nak. Ini bukan akhir perjalanan, sayang.. tapi merupakan awal kehidupan baru kita. About dandan, karena hari ini hari yang spesial jadi cewek ndeso rela merogoh kocek buat dandan di tempat yang profesional. Hasilnya.. amazing! cewe ndeso semakin mempesona, nggak kayak dakocan lagi.. ^^
Itulah beberapa rentet graduation party yang ampyuuuun.. capeknyaaaa.. Tapi capek menjadi tak terasa, karena dikalahkan dengan kegembiraan di semua acara itu. Oiyaaa, dengan berakhirnya acara sumpah apoteker berakhir pula perjuanganku di Jakarta. Yup, mulai tanggal 9 Februari cewe ndeso dan semua barang di kontrakkan diungsikan ke TEGAL. Dan mulai saat ini cewe ndeso benar-benar jadi.. CEWE NDESO.. ^^
pS: cewe ndeso pindah ke tegal karena (Alhamdulillah) cowo katro lolos PNS di kota Tegal. Alhamdulillah..akhirnya keinginanku untuk membesarkan anakku di tempat yang dekat dengan orang tuaku bisa tercapai. Rencana Allah memang benar-benar indah..
(kutulis pada bulan Desember 2010) Setelah berentetan pembelajaran di Universitas Sponge Bob yang dimulai dari ujian-ujian (bikin pala cenat-cenut, mata celong, sampe napas ngap-ngapan), tugas-tugas presentasi (oh my gosh..blum bikin slide!! Presentasinya BESOK!), PKPA alias Praktek Kerja Profesi Apoteker (bikin kantong bolong), dan sampai akhirnya.. sidang kompre! Yup sidang. Persiapan sidang ini beda banget dibanding sidang S1 ku. Kalau persiapan sidang S1 ku dulu masih bisa kulalui dengan tubuh fit mondar-mandir kesana kemari (walau sama-sama dipusingkan dengan persyaratan yang segambreng). Persiapan sidang apoteker dengan tetek bengeknya yang seabrek-abrek terasa berat banget kulalui. Mungkin mudah kalau tubuhku masih seperti dulu, “BERBADAN SATU”. Yuppii… syalalalala… anda benar. Alhamdulillah, sudah ada janin di perutku yang kelak akan menjadi malaikat kecilku. Malaikat kecil yang bikin bundanya mual ngga doyan makan, dan tubuh jadi 8 L alias Lemah, Letih, Lesu, Lunglai, Loyo, Lumpia, Lontong, Lepet. ^^ Janin yang masih berumur 6 minggu waktu cewe ndeso disibukkan dengan persiapan sidang kompre apoteker. 6 minggu, masih rentan banget. Banyak yang bilang, kalau lagi hamil muda nggak boleh capek-capek. Tapi mau gimana lagi, inilah konsekuensi yang harus aku lalui. Setiap perjalanan akan dimulai (dengan perasaan malas dan lemas luar biasa), aku cuma bisa berdoa agar Allah menguatkan diriku dan bayiku di perut. Berjalan kaki berkilo-kilo meter, naik angkot dengan supir tak berperikemanusiaan (ngebut seenak udel) sampai telat makan gara-gara lupa waktu, udah jadi rutinitasku sehari-hari menjelang sidang kompre. Dan sekali lagi aku hanya bisa berdoa agar bayiku sehat-sehat saja. Dan Alhamdulillah, persiapan sidang kompre pun finally selesai. Dengan didampingi cowok katro, suamiku tersayang, aku pun disidang. Saat sidang apoteker ini entah kenapa perasaanku terasa amat tenang. Tidak ada keraguan dan ketakutan seperti saat sidang S1 dulu. Mungkin calon baby ini yang menguatkanku. Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Allah.. aku pun lulus sidang. Mama, Papa, suamiku, dan calon malaikat kecilku.. ini hadiah untuk kalian..^^