Disini kamu tidak akan menemukan semua hal tentang modernisasi, purifikasi, materialisasi, maupun kaki bau terasi. Tapi kamu akan sangat tercengang setelah tau bahwa .... TERNYATA MASIH ADA YA CEWEK SE NDESO ITU...
Saat ini.. cewe ndeso sedang menikmati detik-detik menjelang perubahan status menjadi seorang IBU. Suka nonton video-video perkembangan janin di youtube. Dan berdecak kagum.. Subhanallah.. Maha Besar Allah yang telah menciptakan makhluk sesempurna ini.
Well, ada makhluk hidup yang akan menjadi buah hatiku kelak di rahimku sekarang. Seneng banget, menikmati perkembangannya hari demi hari.. minggu demi minggu.. bulan demi bulan. Dari awal yang baru terasa detak jantungnya, sampai sekarang, tendangan mautnya yang slalu bikin aku langsung pingin pipis.
Saat memposting tulisan ini, kehamilan cewe ndeso udah masuk bulan kelima. Dan cewe ndeso masih nggak doyan makan dengan sukses..
Mama, Papa, Ibu mertua, cowo katro, tante, sepupu, mbah putri, sahabat, tetangga, semuanya bilang.. “makannya yang banyak ndo, kan sekarang lagi butuh asupan gizi buat dua orang”.
Kalau nggak mual sih cewe ndeso akan melahap habis semua daun mangga di depan rumah, eh maksudnya melahap habis semua makanan yang ada di kulkas.
Tapi ya itu..sampai bulan kelima ini cewe ndeso masih ngga doyan makan. Makan sayur brasa makan air kobokan.. oh la la..
Well,tapi cewe ndeso tetap berusaha memberikan asupan gizi yang maksimal buat si buah hati. Suplemen dari dokter, susu ibu hamil, buah, madu, semuanya kucoba kulahap.
Cewe ndeso juga udah mulai nyicil beli perlengkapan bayi yang ternyata naudzubillah banyaknya. Tapi sekali lagi semuanya sangat kunikmati..
Sayang, lekaslah lahir ke dunia ini. Dengan sehat, lincah, cerdas, soleh, dan patuh kepada kedua orangtua.
jadi..gini nih yang namanya jadi.. UNEMPLOYEE.. solat subuh, tidur lagi.. bangun.. sarapan (ga pake acara gosok gigi dulu), bersih-bersih rumah, maen zuma.. trus.. tidur lagi.. (ga pake acara mandi pagi dulu).. bangun, baru mandi pagi (jam menunjukkan pukul 11.00), trus ngublek-ublek kulkas atau meja makan.. CARI CEMILAN!, trus trus.. tidur lagi.. yeaaah..itulah rutinitas 'mengasyikkan' cewe ndeso di kehamilan bulan keempat ini. orang hamil itu emang bawaannya ngantuk mulu. jadi males ngapa-ngapain juga. boro-boro mandi, jongkok buat PUP aja malesnya naudzubillah.. buat bumil-bumil di luaran sana, don't try at home! sungguh, itu berdampak tidak baik untuk janinmu.. :p sekedar update kehidupanku yang menyenangkan, bulan februari ini adalah bulan penuh dengan graduation party. baru kali ini yang namanya pesta kelulusan sampai harus dandan 4 kali, di hari dan waktu yang berbeda, di tempat yang berbeda pula! oke, aku akan deskripsikan pesta yang membuat bumil ini harus mengeluarkan tenaga ekstra keras untuk melaluinya.
2 Februari 2011 - Wisuda Fakultas cewe ndeso bimbang, harus milih cowo katro atau 10 bungkus es krim Magnum. eh, bukan bukan.. maksudnya, cewe ndeso bimbang harus pakai kebaya atau engga di wisuda fakultas ini. soalnya ada dua kubu berbeda, kubu satu bilang: "aku mau pake kebaya aja, biar di foto bagus" dan kubu satunya bilang: "ah, cuma wisuda gitu-gitu doang kok. pake baju biasa aja. kan ditutup toga, palingan kebayanya ga keliatan". jidatku berkerut sambil garuk-garuk jempol kaki. dua-duanya punya alasan yang bener banget. setelah mandi kembang tengah malam (lebaaayy), akhirnya diputuskan.. cewe ndeso mau pake baju atasan biasa, tapi pake rok kebaya. jadi, bisa dapet keuntungan dari kedua kubu. yoaaa..cewe ndeso emang bumil rupawan yang cerdas!
4 Februari 2011 - Gladi Resik Wisuda Universitas Alhamdulillah, hari ini cowo katro ijin nggak ngantor. jadi bumil ngga perlu bersusah payah mendaki gunung lewati lembah buat ke Balairung UI. karena kata temen-temen UI yang udah pernah wisuda kita bakal di foto sama pak rektor pas GR ini, jadi cewek ndeso harus DANDAN. well, walopun nggak dandan di salon, tapi yang pasti muka cewe ndeso bakal di dempul-dempul sendiri biar terlihat 'bersinar' di foto nanti. ehem, lumayan juga hasil dempulan cewe ndeso. cewek ndeso jadi punya keinginan buat jadi PERIAS KUCING abis lulus ini. :p pantesan kata cowo katro, "sayang, kamu cantik deh rias sendiri. tapi bagusan kalo NGGAK pake RIASAN!".
5 Februari 2011 - Wisuda Universitas Sebenernya hari ini justru ngga perlu dandan, kan foto dan salaman sama pak rektornya udah pas GR kemarin. tapi ya tetep aja yang namanya wisuda harus dandan. kan mau poto-poto juga sama keluarga. kali ini cewe ndeso ngga dandan sendiri, tapi didandanin sama momi tercinta. yaah, walau bukan perias beneran tapi riasan momi cukup oke kok. masih mending dibanding riasanku kemarin yang kayak nyai ronggeng ^^
9 Februari 2011 - Sumpah dan Pelantikan Apoteker Yeaaah, ini yang kutunggu-tunggu. kalo acara-acara wisuda kemarin bisa dibilang cuma ajang poto-potoan aja. kalo ini beneran akan berasa sakral banget. yup, aku dan teman-temanku yang lain akan dilantik dan disumpah jadi apoteker baru. Saat mengucapkan sumpah aku berasa ada big responsibility di pundakku. Tanggung jawab terhadap profesi yang aku akan jalankan nantinya. Hati bergetar setiap orang memberi selamat kepadaku. gelar sih emang udah jadi panjang, tapi akankah tanggung jawabku bisa sepanjang gelarku? well, semoga saja. Yang pasti doa suami, doa mama papa, dan smangat dari dede bayi (yang masih ada di perut) slalu menyertai langkahku. Waktu aku berjalan ke depan panggung untuk menandatangani surat sumpah, aku merasa dede bayi bergerak-gerak. Setelah perjuangan yang kita lalui bersama, pasti engkau merasakan pula kebahagiaan ini, nak. Ini bukan akhir perjalanan, sayang.. tapi merupakan awal kehidupan baru kita. About dandan, karena hari ini hari yang spesial jadi cewek ndeso rela merogoh kocek buat dandan di tempat yang profesional. Hasilnya.. amazing! cewe ndeso semakin mempesona, nggak kayak dakocan lagi.. ^^
Itulah beberapa rentet graduation party yang ampyuuuun.. capeknyaaaa.. Tapi capek menjadi tak terasa, karena dikalahkan dengan kegembiraan di semua acara itu. Oiyaaa, dengan berakhirnya acara sumpah apoteker berakhir pula perjuanganku di Jakarta. Yup, mulai tanggal 9 Februari cewe ndeso dan semua barang di kontrakkan diungsikan ke TEGAL. Dan mulai saat ini cewe ndeso benar-benar jadi.. CEWE NDESO.. ^^
pS: cewe ndeso pindah ke tegal karena (Alhamdulillah) cowo katro lolos PNS di kota Tegal. Alhamdulillah..akhirnya keinginanku untuk membesarkan anakku di tempat yang dekat dengan orang tuaku bisa tercapai. Rencana Allah memang benar-benar indah..
(kutulis pada bulan Desember 2010) Setelah berentetan pembelajaran di Universitas Sponge Bob yang dimulai dari ujian-ujian (bikin pala cenat-cenut, mata celong, sampe napas ngap-ngapan), tugas-tugas presentasi (oh my gosh..blum bikin slide!! Presentasinya BESOK!), PKPA alias Praktek Kerja Profesi Apoteker (bikin kantong bolong), dan sampai akhirnya.. sidang kompre! Yup sidang. Persiapan sidang ini beda banget dibanding sidang S1 ku. Kalau persiapan sidang S1 ku dulu masih bisa kulalui dengan tubuh fit mondar-mandir kesana kemari (walau sama-sama dipusingkan dengan persyaratan yang segambreng). Persiapan sidang apoteker dengan tetek bengeknya yang seabrek-abrek terasa berat banget kulalui. Mungkin mudah kalau tubuhku masih seperti dulu, “BERBADAN SATU”. Yuppii… syalalalala… anda benar. Alhamdulillah, sudah ada janin di perutku yang kelak akan menjadi malaikat kecilku. Malaikat kecil yang bikin bundanya mual ngga doyan makan, dan tubuh jadi 8 L alias Lemah, Letih, Lesu, Lunglai, Loyo, Lumpia, Lontong, Lepet. ^^ Janin yang masih berumur 6 minggu waktu cewe ndeso disibukkan dengan persiapan sidang kompre apoteker. 6 minggu, masih rentan banget. Banyak yang bilang, kalau lagi hamil muda nggak boleh capek-capek. Tapi mau gimana lagi, inilah konsekuensi yang harus aku lalui. Setiap perjalanan akan dimulai (dengan perasaan malas dan lemas luar biasa), aku cuma bisa berdoa agar Allah menguatkan diriku dan bayiku di perut. Berjalan kaki berkilo-kilo meter, naik angkot dengan supir tak berperikemanusiaan (ngebut seenak udel) sampai telat makan gara-gara lupa waktu, udah jadi rutinitasku sehari-hari menjelang sidang kompre. Dan sekali lagi aku hanya bisa berdoa agar bayiku sehat-sehat saja. Dan Alhamdulillah, persiapan sidang kompre pun finally selesai. Dengan didampingi cowok katro, suamiku tersayang, aku pun disidang. Saat sidang apoteker ini entah kenapa perasaanku terasa amat tenang. Tidak ada keraguan dan ketakutan seperti saat sidang S1 dulu. Mungkin calon baby ini yang menguatkanku. Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Allah.. aku pun lulus sidang. Mama, Papa, suamiku, dan calon malaikat kecilku.. ini hadiah untuk kalian..^^
Harusnya postingan ini kutulis berlama-lama bulan yang lalu. Tapi yah, lebih baik terlambat daripada engga sama sekali.
20 Juli 2010
kawin..kawiiin.. aku udah kawiiiin...
hahahaha... ^.^
yup, sekarang si cewe ndeso kalo tidur udah ga sendirian lagi. Ada si cowo katro yang setia NGOROK tiap malam saat tidur di sampingku.
Sehari sebelum pesta aku ngga tegang sama sekali. Cuma bersikap salah tingkah setiap bertatap mata dengan Mama atau Papa. Rasanya pengen merubah setiap detik menjadi jam, berjam-jam lebih lama untuk bermanja-manja dengan mama papa sebelum kemanjaanku beralih ke suami. Dan itu membuatku terpaksa harus membuang muka setiap berhadapan dengan mama atau papa, membuang muka karena ngga ingin mama papa liat mataku yang berkaca-kaca.
Tapi untungnya kesibukan mempersiapkan pesta dan kedatangan rombongan teman sekelasku dari Jakarta membuatku lupa dengan kemelowan-lebayku.
Anyway, hari yang dinantikan tiba. Tanggal 11 Juli 2010, aku dibangunkan mama pagi-pagi. Sepersekian detik kemudian aku tersadar, its my special day.. my wedding….
O yeaah…
Acara pertama adalah midadoreni. Ini adat Jawa Tengah yang berarti didandani tipis-tipis untuk bertemu keluarga dari pihak pria saat seserahan. Seharusnya ada siraman sehari sebelumnya, tapi aku anak yang ngga suka ribet (baca: ngga suka mandi). So, dengan berdalih siraman itu hanya adat yang merepotkan jadilah proses siraman ditiadakan dari daftar acara.
Setelah acara seserahan selesai, tibalah acara yang sangat sakral yaitu akad nikah. Akad nikah dijadwalkan sore sehabis ashar, jadi ada waktu kosong lumayan lama. Tapi tetep aja aku disuruh dandan dulu. Perias manten yang kebetulan temen mama papa sendiri, slalu berdoa sebelum meriasku. Itu yang membuatku jadi lebih tenang.
Ingin rasanya cepat-cepat mencium tangannya dengan halal.
Proses akad berlangsung terpisah. Aku di dalam rumah, dan cowo katro di halaman rumahku, tempat akad berlangsung. Dari dalam rumah jantungku dag dig dug yippi tralalala…
Aku duduk diantara para pengantar dari keluarga cowo katro. Wajahku slalu menduduk, dalam hatiku.. iiih,kok mereka ngeliatin aku terus? Ya iyalaaaah.. hari ini aku adalah ratu. Sang pusat perhatian dari pesta ini.
Sebelum Ijab Qabul, ada acara sungkeman dengan Mama Papa pertanda dilepaskannya aku menjadi tanggung jawab suami. Acara ini yang kuanggap sangat berat. Aku anak yang sangat melow alias cengeng. Ngeliat wajah mama papa di hari biasa aja mataku langsung berkaca-kaca, gimana kalau di acara pernikahanku kayak gini?
Dalam hati aku terus berusaha menguatkan diri. “Ndo, kamu harus kuat. Ya, harus kuat..”
Tapi.. baru melangkahkan kaki ke arah mama papa yang duduk di seberang ruangan aja air mataku udah langsung mau netes. Secarik kertas berisi ucapan perpisahan yang udah disiapin pranata acaranya kupegang dengan air mata yang sudah ngga bisa aku bendung lagi. Aku terisak.. air mataku menetes. Bener kan.. aku memang cengeng.. :’(
Selesai.. kakiku kesemutan. Aku melangkah lagi masuk ke dalam rumah sambil dipapah tanteku yang berulang kali menghapus air matanya sendiri. Ternyata hampir semua orang yang hadir meneteskan air mata. Ooh..memang mengharukan..
Alhamdulillah ijab qabul berlangsung dengan lancar. Cowo katro menjawab ijab dari papah dengan bahasa Arab yang lancar tanpa ulangan. Dan dari dalam rumah semua bersuara.. “Alhamdulillah”, semuanya mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan doa. Aku terhenyak, secepat itukah?
Dengan hanya sekian detik lafadz ijab qabul diucapkan, dan status haramku seketika berubah menjadi halal. Subhanallah.. Maha besar Allah dengan segala keagungan-Nya.
Akhirnya tibalah saat aku di bawa keluar untuk di .. emm.. apa itu bahasanya.. dipersandingkan ya dipersandingkan dengan cowo katro. Finally, si cewe ndeso dan cowo katro HALAL. Oyeee…
Dengan backsound lagu ayat-ayat cinta nya Rossa, aku menyapukan pandanganku ke seluruh sudut rumahku. Dekorasi ini.. kursi-kursi tamu itu.. makanan-makanan lezat itu... bunga-bunga yang semerbak ini..dan tamu-tamu yang berjubelan mengambil gambarku itu.. kembali membuatku tersadar.. ini pesta pernikahanku sendiri. Ya, pernikahanku, bukan pesta pernikahan anaknya temen mama yang biasa aku datangi sama mama. Pernikahan yang Insya Allah hanya sekali seumur hidupku.
Keesokan harinya masih ada pesta di gedung. Aku berdoa mudah-mudahan aku engga drop di hari ketiga rentetan acara pernikahanku. Bunga melati dan tetek bengek lainnya yang bersandar di kepalaku membuat kepalaku mau pecah rasanya. Kenapa sih nggak pake baju tidur aja biar lebih simpel?
Ternyata badanku yang kecil mungil ini engga mampu menahan beratnya pentol-pentol di kepala, dan baju adat jawa paes ageng yang bener-bener “ageng” ini. (ageng = besar)
Ditambah lagi tamu yang tak kunjung berhenti. Dua ribu tamu undangan engga berhenti dari sejak kami naik ke atas panggung sampai acara hampir selesai. Yeaah..sekalian aja ngadain konser!
Awalnya biasa saja. Aku yang excited.. dan cowo ndeso yang sumringah membuat dunia terasa indah. Salaman, foto bareng, rasanya indah banget.
Tapi setelah 1 jam berlalu, dunia terasa suram. Mataku udah gelap terang.. gelap terang. Kepala berdenyut-denyut. Nafas terasa engap-engapan. Kaki pegel dengan high heels sepatuku yang 10 cm. Dan aku drop.
Tanteku berkali-kali membawakanku minuman, sop anget, teh anget, permen. Tapi tetep aja badan rasanya pengen jatuh. Cowo katro dengan sigap slalu menanyakan kondisiku.
Aku berusaha mempertahankan diri biar ngga pingsan. Jadi untuk beberapa saat aku duduk sambil bersalaman. Dalam hati.. “hey tamu tamu, kok kalian datengnya barengan gini sih? Uhuk uhuk..”
Kalo tamu-tamu yang datang aku kenal sih gapapa, tapi masalahnya hanya 5% yang aku kenal. Sisanya teman-teman mama papa dan mertua. Oh my gosh..
Tapi Alhamdulillah aku engga sampai pingsan. Selesai acara, dan seluruh riasan yang menyiksaku dilepas aku bisa tertawa lepas lagi. Bisa makan dengan lahap lagi. Astagfirullah, jadi semua karena dandanan ini to?
duh duh duuuuh.. aku mengingkari janji lagi buat share perasaanku di (go) blog ini waktu married kemarin. maap maap maap..
jadwalku bener-bener bikin cewe ndeso susah banget cari mood buat nge blog. Waktu sih mungkin ada, tapi entah knapa mood buat nge blog itu jadi susah banget di dapat. PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker) yang lumayan bikin badan cewe ndeso jadi remuk redam.. ditambah lagi cewe ndeso yang terlalu asyik mengurus rumah tangga baru bikin cewe ndeso melupakan blog yang sangat eksotis ini. Giliran udah mood pengen nge-blog, eh suasananya udah beda. Suasana pengantin baru udah diganti dengan suasana ngurusin rumah tangga baru. Jadi susah juga buat mengungkapkan perasaan waktu married kemarin. Huff..jadi serba salah.. *njedotin kepala ke kasur* Kegiatanku sebelum married dulu yang cuma tidur, bangun, makan, kuliah, di depan laptop, makan, tidur lagi.. bikin aku 87,654389% fokus nge-blog. *Yeeaah..emang hiburan cewe ndeso dulu kan cuma onlen di depan laptop* Sekarang kalau ada waktu luang sedikit diisi dengan bersenda gurau sama cowok katro.. aahhaayyy.. sebenernya nggak boleh juga sih menyalahkan waktu, waktu itu tergantung pandai-pandainya kita aja untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Emmm.. sekedar pengen share aja kegiatanku sekarang ini (selain jadi nyonya cowok katro). Sekarang cewe ndeso sedang berusaha mencari ilmu (atau nilai?) sebanyak-banyaknya di tempat PKPA. Nggak kerasa udah hampir 4 bulan cewe ndeso PKPA di 3 tempat yang berbeda, dan selama 4 bulan ini cewe ndeso merasa banyaaaaaaak banget mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga. Yang pasti pelajaran ini nggak bisa didapatkan di bangku kuliah. Mulai dari pelajaran berkomunikasi dengan orang lain (baik tenaga kesehatan lain ataupun pasien) sampai belajar menangani masalah di dunia kerja. Dunia kerja ternyata sangat berbeda dengan dunia kuliah yaa.
di RS Marinir Cilandak
di Kementerian Kesehatan
Anyway, saat posting tulisan ini cewe ndeso sedang praktek di tempat terakhir yaitu apotek Kimia Farma. 2 minggu lagi PKPA ini akan berakhir (yihaaa..), tapi laporan PKPA menunggu (huwaaa..>,<) Selain di Kimia Farma, cewe ndeso udah PKPA di Kementerian Kesehatan (big wish.. cewe ndeso pengen lolos PNS di Kemkes! yeaahh..) dan di Rumah Sakit Marinir Cilandak. Tempat yang berbeda, berbeda pula pelajaran yang didapat. Walau cewe ndeso mulai merasa jenuh akhir-akhir ini tapi cewe ndeso sadar, dunia kerja yang sebenarnya nanti akan lebih menjenuhkan daripada sekedar mencari ilmu selama 4 bulan di tempat PKPA. Jadi, cewe ndeso harus selalu bersemangat..!!